Nama : Destiana Maisratun
Mata Kuliah : Sosiologi Agama (UTS)
Kelas/Semester:
KPI.1D/ 1
Fakultas : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
NIM : 1113051000155
I. Sakral/ Kudus/ Suci
A.
Sakral/
Kudus/ Suci menurut Agama Yahudi
Agama
Yahudi adalah agama yang dimulai dengan Abraham yang mendengarkan panggilan
Allah untuk menduduki tanah Kanaan. Orang Yahudi percaya bahwa mereka adalah
umat pilihan Allah dengan tugas khusus yang dilakukan untuk tujuan ilahi. Arti
kata (Sakral/Kudus/Suci) menurut agama Yahudi merupakan suatu sistem undang-undang
agama. Menurutnya kesucian memiliki dua aspek yaitu aspek negatif dan aspek
positif. Aspek negatif dalam kesucian disini menuntut agama Yahudi untuk
meninggalkan keberhalaan dan hal ini menjadi salah satu perintah yang cukup
untuk mereka laksanakan dan menjadi aspek negatif didalam kesucian itu.
Sedangkan aspek positifnya adalah berpegang teguh kepada kepercayaan dan
peribadatan yang telah diwahyukan tuhan kepada mereka. Kitab suci pedoman agama
Yahudi itu Taurat. Adapun dalam kitab Talmund menganjurkan untuk berbuat baik
kepada sesama manusia. Tempat untuk belajar kitab suci adalah Sinagoga. Suci
dalam hal ini berarti suci dalam melakukan segala hal tentang agama Yahudi.
Didalam agama Yahudi mereka menganggap suci tuhan mereka yang biasa disebut dengan
YeHoVah. Pada hari penghormatan kitab Taurat hanya boleh dibuka oleh orang
laki-laki saja demikian pula dalam tradisi Ortodoks yang dibacakan didepan
umat. Hal ini masuk kedalam kesakralan kitab Taurat yang diperintahkan hanya
laki-laki saja.
B.
Sakral/
Kudus/Suci menurut Agama Kristen
Menurut
agama Kristen sama halnya dengan agama Yahudi agar memiliki kehidupan illahi, mengenai
arti kata atau makna dari kata (sakral, kudus dan suci) itu lebih sulit
diartikan dari pada dipahami. Sebab berkaitan dengan hal-hal yang misteri.
Agama Kristen memiliki pedoman kitab suci yaitu injil. Disini diajarkan
mengenai Ketuhanan, Umat Kristen bersyukur kepada Allah tritunggal karena Bapa
adalah pencipta. Berarti segala sesuatunya menyucikan manusia. Misalnya dalam
pembaptisan bayi di Gereja Katolik menggunakan air suci hal ini dilakukan agar
anak yang telah hadir kedunia dijauhkan dari gangguan roh jahat, dipercikkan
tiga kali dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Suci
dalam hal tersebut adalah menyucikan diri lahiriah. Pada dasarnya apabila
ditanyakan kepada siapa saja menganai arti dari kata (sakral, kudus dan suci)
kemungkinan adanya jawaban atau presepsi yang sama baik yang tidak dipahami
dengan akal sehat. Kemudian salib dalam agama Kristen sebagai simbol yang dijunjung
tinggi dan dianggap sebagai perwujudan sesuatu yang sakral atau agung bagi
umatnya.
C.
Sakral/
Kudus/Suci menurut Agama Islam
Menurut
agama Islam arti dan juga makna dari kata (sakral, kudus dan suci) ada berbagai
macam. Dalam hal ini Islam membahas suci sedikit berbeda dari agama yang lain.
Arti kata suci dalam agama islam yang pertama adalah fitrah yang berarti
(kembali) maksudnya kembali yaitu kita kembali dalam kesucian diri. Di dalam
agama Islam ini semua umat manusia yang dilahirkan dimuka bumi dalam keadaaan
fitrah (kembali suci). Artinya ketika kita lahir kita mempunyai dosa
sedikitpun. Seseorang yang fitrah bertujuan agar dirinya kembali suci seperti
saat dilahirkan dahulu. Fitrah dalam Islam ini dibuktikan dalam agama Islam.
Yang kedua, agama Islam memerintahkan kepada umat Islam untuk bersuci dari
najis dan hadas. Maksud dari suci ini adalah selalu dalam keadaan bersih.
Menurut
agama Islam kebersihan merupakan sebagian dari iman. Manfaat yang diperoleh
tentu jauh dari berbagai penyakit. Islam mencintai keindahan, saat shalat kita
dianjurkan bersuci dengan air wudhu sebagai tanda jika berkomunikasi dengan
Sang Khalik (Maha Pencipta) harus dalam keadaaan suci. Pada dasarnya kata
(Sakral, Kudus, Suci) memiliki kesamaan dari segi bahasanya. Seperti sembahyang
memiliki arti yang sama namun hanya penyebutannya saja yang berbeda.sembahyang
ini sama-sama berhubungan dengan kesucian. Agama Islam pun menganggap masjid,
Kitab suci Al-Qur’an dan lain-lain merupakan sesuatu yang dianggap suci. Sebagaimana
telah diketahui arti dari suci ini memiliki banyak makna tergantung hal yang
diungkapkan.
II. Ritual Keagamaan
1.
Ritual
keagamaan menurut Agama Yahudi
Agama
Yahudi memiliki kepercayaan keagamaan yang kepercayaan itu dijalankan oleh
setiap umat agama yang dianutnya. Dalam kepercayaan setiap umat beragama ada
kewajiban yang harus dilaksanakan. Ritual keagamaan yang suci dan sakral
tentunya menjadi sebuah kewajiban. Terdapat berbagai macam ritual dan upacara
agama Yahudi, diantaranya:
a)
Sembahyang
dan doa
Bagi pemeluk agama Yahudi sama seperti
agama yang lainnya. Mereka melakukan sembahyang tiga kali sehari dengan
menghadap kiblat (baitul muqaddas) dan dilakukan secara berjamaah.
b)
Puasa
Puasa juga diwajibkan oleh agama Yahudi,
puasa khusus misalnya dilakukan saat ada musibah atau bencana.
c)
Qurban
Sama halnya seperti umat Islam, agama
Yahudi juga melakukan pemotongan hewan.
d)
Upacara
Paskah
Upacara ini dilakukan saat peringatan
keluar negeri mesir.
e)
Berkhitan
Disebut dengan brit milah, hanya dilakukan pada bayi laki-laki.
Upacara sunat ini dilakukan pada bayi berumur 8 hari dan dilakukan oleh seorang
mohel
f)
Pencucian
Dalam agama ini waktu ke tujuh seperti
hari Sabtu, Bulan ketujuh, dan Tahun ketujuh.
Hari
Sabat merupakan hari dalam seminggu untuk beristirahat yang dimulai pada hari
Jumat saat matahari terbenam sampai dengan hari Sabtu senja. Hari Sabat juga
suatu perayaan simbolis yang disebut Havdalah
yang berarti “pemisahan”. Bagian terpenting dalam umat Yahudi ketika pembacaan
sejumlah ayat Taurat dengan suara keras.
2.
Ritual
keagamaan menurut Agama Kristen
Agama
Kristen merupakan kepercayaan yang berdasar pada ajaran hidup dan kebangkitan
Yesus Kristus. Membahas mengenai hal ini, agama ini terbagi menjadi dua yaitu
Kristen Protestan dan Katolik. Perbedaan agama ini salah satunya bahwa Katolik
mengakui Paus, Protestan tidak, perbedaan kitab suci (Katolik ada tambahan 12
kitab) dan masalah penafsiran kitab suci. Kembali lagi membahas mengenai
peribadatan umat Kristen Protestan yaitu ibadah bersama pada Hari Minggu di
gereja untuk pembacaan firman Tuhan. Adapun ibadat divariasikan untuk acara-acara
khusus seperti : Sekramen, Kalender Liturgis, Simbol, Baptisan, dan Doa atau
hari raya Kristen seperti Natal dan Paskah. Adapula ibadah bagi anak-anak yaitu
Sekolah Minggu. Sama seperti agama
Kristen Protestan, peribadatan agama Katolik yaitu Ibadah Rohani (doa, perayaan
sekramen) dan Ibadah Sosial (solider dengan kehidupan manusia). Dalam beribadat
Kristen Protestan menyembah Yesus Kristus sedangkan Katolik menyembah Bunda
Maria. Menurut saya, dapat diartikan ritual peribadatan adalah bagian dari
kewajiban menyembah yang Agung.
3.
Ritual
agama menurut Agama Islam
Islam
adalah agama terakhir yang paling mulia. Islam memiliki pandangan mengenai
ritual. Ritual dalam Islam yaitu pemikiran yang dihubungkan dengan penjelasan
yang berbau mistis. Ritual juga bertujuan mendapat Ridha Allah SWT, meminta
balasan didunia ataupun meminta maaf atas kesalahan yang talah dilakukan. Agama
Islam memiliki banyak cara untuk melakukan ritual keperibadatan. Ritual
peribadatan dalam Islam :
a)
Islam
mengajarkan shalat lima waktu yang sudah menjadi kewajiban dalam kehidupan
sehari-hari.
b)
Puasa dalam Islam ada dua macam yaitu puasa
sunah pada hari Senin, Kamis dan puasa wajib pada Bulan Ramadhan.
c)
Zakat merupakan suatu hal yang wajib dalam
Islam untuk membantu kaum fakir miskin.
d)
Ibadah haji yaitu suatu ibadah yang dilakukan
bagi yang mampu dan minimal sekali dalam seumur hidup.
Perihal
diatas merupakan salah satu dari rukun Islam. Islam juga ada upacara inisiasi
seperti pengangkatan tanggung jawab (menjadi pemimpin), status (upacara
perkawinan). Dari semua yang telah disebutkan. Menurut saya yang juga sebagai
umat muslim bahwa ritual keperibadatan agama Islam adalah salah satu cara
mendekatkan diri kepada Maha Pencipta yang berkuasa diseluruh alam semesta.
Sebagai makhluk khalifah hendaknya melakukan apa yang telah diajarkan dalam
Al-Quran dan menjalankannya dengan ikhlas dan Ridha karena Allah Ta’ala.
III.
Apakah
fungsi agama memungkinkan masyarakat berkonflik dan melakukan tindak kekerasan
atas nama agama?
Menurut
pendapat saya, agama memiliki fungsi yang sangat penting bagi setiap
pemeluknya. Selain mengajarkan kebenaran, agama juga mengajarkan untuk saling
menyayangi sesama umat manusia. Saya sebagai umat muslim yang beragama tidak
ingin membuat atau melakukan kekerasan dengan membawa nama agama Islam. Hal
tersebut juga sudah melanggar norma yang ada dalam agama saya sendiri. Islam
mengajarkan untuk mempererat tali silaturahmi kepada sesama umat manusia dan
janganlah memiliki musuh apalagi mempunyai rasa benci kepada agama lain. Bukan
hanya Islam saja yang mengajarkan hal tersebut. Namun agama lain juga
mengajarkannya. Jika sudah jelas bahwa semua agama tidak mengajarkan kekerasan
berarti kita sudah mengetahui masyarakat yang beragama menginginkan kehidupan
damai dan tentram.
Kembali
kepada diri kita masing-masing dan ketahuilah hidup damai tanpa kekerasan agama
merupakan sesuatu yang dicintai Allah SWT. Tujuan agama adalah menegakkan tiang
agama dan mempercayai kepercayaan masing-masing agama yang dianutnya agar tidak
tersesat pada jalan yang salah, mengatur kehidupan agar berjalan dengan teratur
sehingga terjadi kesejahteraan, ketentraman dan kedamaian hidup, akhlak manusia
supaya dalam akhlak yang baik sesuai norma yang ada dalam masing-masing agama.
Konflik
tidak akan terjadi apabila kita memahami betul agama kita. Di negara lain ada
konflik mengatas namakan agama bahwa ada agama yang tinggal disuatu negara
tetapi pemimpin negara itu tidak mau ada agama lain yang tinggal di wilayahnya.
Akhirnya agama tersebut sebut saja agama B dibunuh oleh pasukan yang mendiami
wilayah tersebut sehingga ada yang mengungsi ke negara didekatnya. Sangat
ironis menurut saya karena kita sesama makhluk yang diciptakan oleh Allah
justru tidak hidup dengan damai dan tentram melainkan karena permasalahan
keyakinan.
Kesimpulannya
adalah agama tidak dijadikan untuk berkonflik melainkan kembali kepada diri
kita masing-masing sebagai makhluk khalifah di bumi. Demikian pendapat yang
dapat saya berikan.
Sumber
: Agama Agama dunia karangan Michael Keene.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar