Kamis, 28 November 2013

UTS Sosiologi Agama


Nama               : Destiana Maisratun
Mata Kuliah    : Sosiologi Agama (UTS)
Kelas/Semester: KPI.1D/ 1
Fakultas           : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
NIM                : 1113051000155

I.                   Sakral/ Kudus/ Suci


A.    Sakral/ Kudus/ Suci menurut Agama Yahudi
Agama Yahudi adalah agama yang dimulai dengan Abraham yang mendengarkan panggilan Allah untuk menduduki tanah Kanaan. Orang Yahudi percaya bahwa mereka adalah umat pilihan Allah dengan tugas khusus yang dilakukan untuk tujuan ilahi. Arti kata (Sakral/Kudus/Suci) menurut agama Yahudi merupakan suatu sistem undang-undang agama. Menurutnya kesucian memiliki dua aspek yaitu aspek negatif dan aspek positif. Aspek negatif dalam kesucian disini menuntut agama Yahudi untuk meninggalkan keberhalaan dan hal ini menjadi salah satu perintah yang cukup untuk mereka laksanakan dan menjadi aspek negatif didalam kesucian itu. Sedangkan aspek positifnya adalah berpegang teguh kepada kepercayaan dan peribadatan yang telah diwahyukan tuhan kepada mereka. Kitab suci pedoman agama Yahudi itu Taurat. Adapun dalam kitab Talmund menganjurkan untuk berbuat baik kepada sesama manusia. Tempat untuk belajar kitab suci adalah Sinagoga. Suci dalam hal ini berarti suci dalam melakukan segala hal tentang agama Yahudi. Didalam agama Yahudi mereka menganggap suci tuhan mereka yang biasa disebut dengan YeHoVah. Pada hari penghormatan kitab Taurat hanya boleh dibuka oleh orang laki-laki saja demikian pula dalam tradisi Ortodoks yang dibacakan didepan umat. Hal ini masuk kedalam kesakralan kitab Taurat yang diperintahkan hanya laki-laki saja.
B.     Sakral/ Kudus/Suci menurut Agama Kristen
Menurut agama Kristen sama halnya dengan agama Yahudi agar memiliki kehidupan illahi, mengenai arti kata atau makna dari kata (sakral, kudus dan suci) itu lebih sulit diartikan dari pada dipahami. Sebab berkaitan dengan hal-hal yang misteri. Agama Kristen memiliki pedoman kitab suci yaitu injil. Disini diajarkan mengenai Ketuhanan, Umat Kristen bersyukur kepada Allah tritunggal karena Bapa adalah pencipta. Berarti segala sesuatunya menyucikan manusia. Misalnya dalam pembaptisan bayi di Gereja Katolik menggunakan air suci hal ini dilakukan agar anak yang telah hadir kedunia dijauhkan dari gangguan roh jahat, dipercikkan tiga kali dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Suci dalam hal tersebut adalah menyucikan diri lahiriah. Pada dasarnya apabila ditanyakan kepada siapa saja menganai arti dari kata (sakral, kudus dan suci) kemungkinan adanya jawaban atau presepsi yang sama baik yang tidak dipahami dengan akal sehat. Kemudian salib dalam agama Kristen sebagai simbol yang dijunjung tinggi dan dianggap sebagai perwujudan sesuatu yang sakral atau agung bagi umatnya.


C.     Sakral/ Kudus/Suci menurut Agama Islam
Menurut agama Islam arti dan juga makna dari kata (sakral, kudus dan suci) ada berbagai macam. Dalam hal ini Islam membahas suci sedikit berbeda dari agama yang lain. Arti kata suci dalam agama islam yang pertama adalah fitrah yang berarti (kembali) maksudnya kembali yaitu kita kembali dalam kesucian diri. Di dalam agama Islam ini semua umat manusia yang dilahirkan dimuka bumi dalam keadaaan fitrah (kembali suci). Artinya ketika kita lahir kita mempunyai dosa sedikitpun. Seseorang yang fitrah bertujuan agar dirinya kembali suci seperti saat dilahirkan dahulu. Fitrah dalam Islam ini dibuktikan dalam agama Islam. Yang kedua, agama Islam memerintahkan kepada umat Islam untuk bersuci dari najis dan hadas. Maksud dari suci ini adalah selalu dalam keadaan bersih.
Menurut agama Islam kebersihan merupakan sebagian dari iman. Manfaat yang diperoleh tentu jauh dari berbagai penyakit. Islam mencintai keindahan, saat shalat kita dianjurkan bersuci dengan air wudhu sebagai tanda jika berkomunikasi dengan Sang Khalik (Maha Pencipta) harus dalam keadaaan suci. Pada dasarnya kata (Sakral, Kudus, Suci) memiliki kesamaan dari segi bahasanya. Seperti sembahyang memiliki arti yang sama namun hanya penyebutannya saja yang berbeda.sembahyang ini sama-sama berhubungan dengan kesucian. Agama Islam pun menganggap masjid, Kitab suci Al-Qur’an dan lain-lain merupakan sesuatu yang dianggap suci. Sebagaimana telah diketahui arti dari suci ini memiliki banyak makna tergantung hal yang diungkapkan.













II. Ritual Keagamaan          


1.      Ritual keagamaan menurut Agama Yahudi
Agama Yahudi memiliki kepercayaan keagamaan yang kepercayaan itu dijalankan oleh setiap umat agama yang dianutnya. Dalam kepercayaan setiap umat beragama ada kewajiban yang harus dilaksanakan. Ritual keagamaan yang suci dan sakral tentunya menjadi sebuah kewajiban. Terdapat berbagai macam ritual dan upacara agama Yahudi, diantaranya:
a)      Sembahyang dan doa
Bagi pemeluk agama Yahudi sama seperti agama yang lainnya. Mereka melakukan sembahyang tiga kali sehari dengan menghadap kiblat (baitul muqaddas) dan dilakukan secara berjamaah.
b)      Puasa
Puasa juga diwajibkan oleh agama Yahudi, puasa khusus misalnya dilakukan saat ada musibah atau bencana.
c)      Qurban
Sama halnya seperti umat Islam, agama Yahudi juga melakukan pemotongan hewan.
d)     Upacara Paskah
Upacara ini dilakukan saat peringatan keluar negeri mesir.
e)      Berkhitan
Disebut dengan brit milah, hanya dilakukan pada bayi laki-laki. Upacara sunat ini dilakukan pada bayi berumur 8 hari dan dilakukan oleh seorang mohel
f)       Pencucian
Dalam agama ini waktu ke tujuh seperti hari Sabtu, Bulan ketujuh, dan Tahun ketujuh.

Hari Sabat merupakan hari dalam seminggu untuk beristirahat yang dimulai pada hari Jumat saat matahari terbenam sampai dengan hari Sabtu senja. Hari Sabat juga suatu perayaan simbolis yang disebut Havdalah yang berarti “pemisahan”. Bagian terpenting dalam umat Yahudi ketika pembacaan sejumlah ayat Taurat dengan suara keras.

2.      Ritual keagamaan menurut Agama Kristen
Agama Kristen merupakan kepercayaan yang berdasar pada ajaran hidup dan kebangkitan Yesus Kristus. Membahas mengenai hal ini, agama ini terbagi menjadi dua yaitu Kristen Protestan dan Katolik. Perbedaan agama ini salah satunya bahwa Katolik mengakui Paus, Protestan tidak, perbedaan kitab suci (Katolik ada tambahan 12 kitab) dan masalah penafsiran kitab suci. Kembali lagi membahas mengenai peribadatan umat Kristen Protestan yaitu ibadah bersama pada Hari Minggu di gereja untuk pembacaan firman Tuhan. Adapun ibadat divariasikan untuk acara-acara khusus seperti : Sekramen, Kalender Liturgis, Simbol, Baptisan, dan Doa atau hari raya Kristen seperti Natal dan Paskah. Adapula ibadah bagi anak-anak yaitu Sekolah Minggu.  Sama seperti agama Kristen Protestan, peribadatan agama Katolik yaitu Ibadah Rohani (doa, perayaan sekramen) dan Ibadah Sosial (solider dengan kehidupan manusia). Dalam beribadat Kristen Protestan menyembah Yesus Kristus sedangkan Katolik menyembah Bunda Maria. Menurut saya, dapat diartikan ritual peribadatan adalah bagian dari kewajiban menyembah yang Agung.


3.      Ritual agama menurut Agama Islam
Islam adalah agama terakhir yang paling mulia. Islam memiliki pandangan mengenai ritual. Ritual dalam Islam yaitu pemikiran yang dihubungkan dengan penjelasan yang berbau mistis. Ritual juga bertujuan mendapat Ridha Allah SWT, meminta balasan didunia ataupun meminta maaf atas kesalahan yang talah dilakukan. Agama Islam memiliki banyak cara untuk melakukan ritual keperibadatan. Ritual peribadatan dalam Islam :
a)      Islam mengajarkan shalat lima waktu yang sudah menjadi kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
b)       Puasa dalam Islam ada dua macam yaitu puasa sunah pada hari Senin, Kamis dan puasa wajib pada Bulan Ramadhan.
c)       Zakat merupakan suatu hal yang wajib dalam Islam untuk membantu kaum fakir miskin.
d)      Ibadah haji yaitu suatu ibadah yang dilakukan bagi yang mampu dan minimal sekali dalam seumur hidup.
Perihal diatas merupakan salah satu dari rukun Islam. Islam juga ada upacara inisiasi seperti pengangkatan tanggung jawab (menjadi pemimpin), status (upacara perkawinan). Dari semua yang telah disebutkan. Menurut saya yang juga sebagai umat muslim bahwa ritual keperibadatan agama Islam adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Maha Pencipta yang berkuasa diseluruh alam semesta. Sebagai makhluk khalifah hendaknya melakukan apa yang telah diajarkan dalam Al-Quran dan menjalankannya dengan ikhlas dan Ridha karena Allah Ta’ala.


III.             Apakah fungsi agama memungkinkan masyarakat berkonflik dan melakukan tindak kekerasan atas nama agama?
Menurut pendapat saya, agama memiliki fungsi yang sangat penting bagi setiap pemeluknya. Selain mengajarkan kebenaran, agama juga mengajarkan untuk saling menyayangi sesama umat manusia. Saya sebagai umat muslim yang beragama tidak ingin membuat atau melakukan kekerasan dengan membawa nama agama Islam. Hal tersebut juga sudah melanggar norma yang ada dalam agama saya sendiri. Islam mengajarkan untuk mempererat tali silaturahmi kepada sesama umat manusia dan janganlah memiliki musuh apalagi mempunyai rasa benci kepada agama lain. Bukan hanya Islam saja yang mengajarkan hal tersebut. Namun agama lain juga mengajarkannya. Jika sudah jelas bahwa semua agama tidak mengajarkan kekerasan berarti kita sudah mengetahui masyarakat yang beragama menginginkan kehidupan damai dan tentram.
Kembali kepada diri kita masing-masing dan ketahuilah hidup damai tanpa kekerasan agama merupakan sesuatu yang dicintai Allah SWT. Tujuan agama adalah menegakkan tiang agama dan mempercayai kepercayaan masing-masing agama yang dianutnya agar tidak tersesat pada jalan yang salah, mengatur kehidupan agar berjalan dengan teratur sehingga terjadi kesejahteraan, ketentraman dan kedamaian hidup, akhlak manusia supaya dalam akhlak yang baik sesuai norma yang ada dalam masing-masing agama.
Konflik tidak akan terjadi apabila kita memahami betul agama kita. Di negara lain ada konflik mengatas namakan agama bahwa ada agama yang tinggal disuatu negara tetapi pemimpin negara itu tidak mau ada agama lain yang tinggal di wilayahnya. Akhirnya agama tersebut sebut saja agama B dibunuh oleh pasukan yang mendiami wilayah tersebut sehingga ada yang mengungsi ke negara didekatnya. Sangat ironis menurut saya karena kita sesama makhluk yang diciptakan oleh Allah justru tidak hidup dengan damai dan tentram melainkan karena permasalahan keyakinan.
Kesimpulannya adalah agama tidak dijadikan untuk berkonflik melainkan kembali kepada diri kita masing-masing sebagai makhluk khalifah di bumi. Demikian pendapat yang dapat saya berikan.

Sumber : Agama Agama dunia karangan Michael Keene.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar